Dilihat juga dari soal yang disajikan, yang saya amati semakin batas minimal kelulusan dinaikkan maka mutu soal akan diturunkan menjadi tingkatan soal yang sedang dan mudah. Ini namanya bukan kemajuan tetapi hanya stagnan dan mungkin bernilai kemunduran.
Ujian Nasional
Dilihat juga dari soal yang disajikan, yang saya amati semakin batas minimal kelulusan dinaikkan maka mutu soal akan diturunkan menjadi tingkatan soal yang sedang dan mudah. Ini namanya bukan kemajuan tetapi hanya stagnan dan mungkin bernilai kemunduran.
Diposting oleh
De JAWIR
di
22:47
0
komentar
topik education
ada apa ya
Tak ada yang ku tulis, beberapa hari ini aku kehilangan ide, malas rasanya nulis, tiap kali ku coba gagal, gagal lagi dan lagi. Apa ya.... mengapa? Wah-wah gawat ini. Atau apakah aku ini tak mempunyai jiwa penulis atau memang bodah ya (blaik ane yen ngono). Beberapa hari ini aku lagi kepincut (bukan perempuan lho) musik, jadinya untuk nulis buntu gitu kayaknya. Lebih asyik donlot-donlot lagu trus diuplod lagi, pasang kode donlod bikin playlist.
Mungkin jiwaku bukan seorang penulis, kuliahku dulu teknik, paling seneng kalau praktikum walaupun harus bergelut dengan kotor dan panas (proses menghitamkan kulit). Dulu waktu aku ngajar fisika juga paling seneng kalau materi bisa dipraktikkan, lebih praktis cara penyampaiannya. Ku ajari muridku cara praktik yang benar, mulai dari materi, langkah-langkah praktikum, pengumpulan data sampai ambil suatu kesimpulan dan tak lupa keselamatan kerja.
Mungkin, kalau aku paham dan tahu benar rimbanya website, aku akn lebih tertarik bikin tutorial kaya orang-orang.
Akhir kata ya... sudah begini aja......
Diposting oleh
De JAWIR
di
02:18
1 komentar
topik other
RENUNGAN
Silahkan kita merenungi hal itu, jadikan pelajaran yang berharga dalam hidup kita. Bahwa segala sesuatu yang akan kita lakukan harus dipikirkan sejernih mungkin.
Diposting oleh
De JAWIR
di
11:37
1 komentar
Kepada Siapa Pertolongan-Nya Datang
Pertolongan Allah hanya datang pada orang-orang yang pantas ditolong. Karunia Allah hanya datang pada orang-orang yang pantas diberi-Nya karunia. Dua hal yang harus disikapi benar dari dua pernyataan ini adalah :
- Ketika kita bermaksiat, dan kita merasa ’ditolong’ lantaran kita selamat mungkin dari marabahaya yang seharusnya terjadi, lalu kita tidak kunjung membenahi sikap dan sifat, maka harusnya kita justru kuatir. Jangan-jangan ini perangkap syetan, dan justru kita bertambah-tambah jauhnya dari Allah. Sebab apa? Sebab jangan-jangan kita merasa aman terus dari hukum sebab akibat, merasa aman terus dari pengawasan dan hukum allah.
- Ketika kita merasa diberi karunia, padahal kita tiada taat kepada Allah, bahkan cenderung bertambah jauh dari-Nya, maka sesungguhnya itu bukan karunia. Karunia adalah ketika kita bisa bertambah iman, bertambah takwa, dan bertambah baik dihadapan allah dan manusia yang lain.
Walhasil, pantaskan diri kita dulu, bahwa kita pantas untuk ditolong Allah. Buat dulu diri kita pantas untuk Allah amanahkan karunia, dan untuk Allah tambahkan amanah rezeki. Kalau kita sudah pantas, Allah-lah kemudian yang memantaskannya.
Terakhir, ketahui dan yakini, Allah-lah Penolong yang terbaik, Pembebas derita yang terarif; yang jarang sekali mengukur besaran dosa ketika kita mau minta ampun kepada-Nya dan menghendaki pertolongan-Nya. Makanya rugi, bila kita tidak mau melibatkan Allah. Teori kita jalankan, upaya kita lakukan, ikhtiar kita laksanakan, tapi akhirnya kehendak Allah juga yang berlaku. Segera minta pertolongan-Nya, dan Dia akan memberinya kepada kita. Mudah-mudahan, amin.
"Katakanlah, hanya kepunyaan Allah saja pertolongan berada. Bagi-Nya kekuasaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya segalanya akan dikembalikan." (Az-Zumar : 44)
sumber : Mencari Tuhan Yang Hilang karya Ustad Yusuf Mansur
Diposting oleh
De JAWIR
di
14:49
1 komentar
topik religi






